Tadabbur

Menata Hati

Menata Hati? Jika kita berusaha menelisik lebih dalam Al Quran. Maka kita akan menemukan fakta bahwa Allah sudah memberikan arahan kepada kita: bagaimana cara agar kita tidak merasa takut, khawatir, galau, dan sedih.

Keywords dalam Al Quran

Sejauh ini yang saya temukan dalam Al Quran, terdapat 10 ayat yang menjelaskan hal tersebut (bisa jadi ada yang kelewat hehe). Ayat-ayat itu ditandai dengan dua kata kunci: (laa khaufun) yang berarti tidak takut dan (laa hum yahzanuun) yang berarti mereka tidak bersedih hati.

Siapa saja orang-orang yang dijamin Allah hatinya akan selalu tertata (tenang, tidak galau, tidak sedih)?

#1 Orang-orang yang jika diberi petunjuk oleh-Nya, senantiasa ia ikuti.

… فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٢:٣٨)

Saat Dia menunjukkan petunjuk-Nya kepada kita kita, maka pilihan kita ada dua: Pertama, sadar dan kemudian taat, atau Dua, sadar tapi mengabaikannya. Jika kita memilih yang kedua, maka dapat bisa dipastikan, kita akan menyesal kemudian. Pasalnya kita sudah tahu, tapi kita mengacuhkan pengetahuan kita. Semisal kebiasaan maksiat kita, sudah tahu salah, tapi lanjut.. Alhasil “Ya Allah, saya sudah tahu ini salah, tapi kenapa saya lakukan terus..”

#2 Orang-orang yang beriman dan senantiasa selalu ingat kepada Allah dan hari akhir, serta selalu mengerjakan kebaikan.

مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٢:٦٢)

مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٥:٦٩)

So, jika pada diri kita justru yang terjadi sebaliknya: kita melupakan Allah dan hari akhir, selalu melakukan kemaksiatan, jarang beramal shalih, maka saat itu pula kita akan ditimpa kegalauan.

#3 Orang-orang yang senantiasa selalu berserah diri kepada Allah, qanaah terhadap rezeki yang Dia berikan atas hasil usaha kerja keras kita

مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٢:١١٢)

Saat kita sudah berdo’a dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih keinginan kita, kemudian Allah belum mengizinkan kita untuk menerimanya atau malah menunjukkan hal yang lain. Maka, jika kita tawakkal, tidak putus asa, bisa mengambil pelajaran, bangkit lagi, insyaAllah hati kita akan lebih tenang.

Namun, sebaliknya jika kita malah marah, kesal, putus asa, tidak menerima dan mengambil hikmahnya, bahkan sampai menyebut bahwa Allah tidak adil hanya karena kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Maka sejak saat itu pula kegalauan kita niscaya akan terus bertambah. sudah jatuh tertimpa tangga.

#4 Orang-orang yang senantiasa selalu menginfakkan dan mensedekahkan hartanya di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, dan tidak menyakiti si penerima sedekah.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٢:٢٦٢)

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٢:٢٧٤)

So, kalau kita galau.. Barangkali kita masih sedikit sedekahnya(?) Coba cek pemasukkan keuangan kita dan bandingkan dengan pengeluaran sedekah kita 🙂

#5 Orang-orang yang selalu beramal shalih, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ… (٢:٢٧٧)

Tampak mudah? memang benar  ini standar kewajiban seorang muslim. Tapi PR nya adalah bagaimana agar kita bisa ikhlas dan khusyuk dalam melaksanakan ketiga ibadah tersebut.

Sebab tanpa khusyuk dan ikhlas, ketiga ibadah itu tidak akan berdampak pada keseharian kita dan ketenangan hati kita. Cara agar khusyuk? Coba cek al Baqarah ayat 45-46 🙂

#6 Orang-orang yang senantiasa selalu memperbaiki diri

فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٦:٤٨)

فَمَنِ اتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٧:٣٥)

Apakah ada perubahan yang lebih baik pada hari ini dibandingkan hari sebelumnya pada diri kita? atau justru malah lebih buruk? 🙂

#7 Orang-orang yang senantiasa terus istiqomah dalam beribadah kepada-Nya

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ…(٤٦:١٣)

Jangan pernah menganggap enteng futur. Jika futur sedikit lalu dibiarkan, maka bersiap-siaplah, sebab itulah awal gerak iman kita akan yanqus (menurun).

Akhir kata, siap untuk move on dari kegalauan dengan berusaha memasukkan diri kita ke dalam 6 golongan di atas? 🙂

Have a nice day !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *