Quran,  Tahfidz

Tahfidz Preparation

Apa itu Tahfidz Preparation? sebenernya ini istilah buatan sendiri sih wqwq. Yaa ibaratnya jika kita mau tes IELTS, itu ada IELTS Preparation. Jika kita mau tes TOEFL, itu ada TOEFL Preparation. Maka, begitu juga kita mau tahfidz Al Quran, maka saya bikin istilah Tahfidz Preparation ?

Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada dua tahapan yang perlu dilewati sebelum masuk masa menghafal, yaitu tahsin dan sering membaca Al Quran.

#Tahsin

Untuk tahsin, biasanya nih ya ada empat alasan yang buat seseorang sulit melewati tahapan ini. Alasan pertama biasanya: “ngga ada waktu”, asal perlu diketahui saja, ini adalah alasan klasik dan jelas mengada-ngada ? kenapa mengada-ngada? Coba pikir ada 168 jam dalam satu pekan, masa menyediakan dua jam atau setara dengan 1,191% dari waktu yang tersedia dalam satu pekan itu untukย  tahsin tidak bisa? Berapa waktu yang kita habiskan untuk mantau timeline facebook, instagram dan line, story wa dan instagram, tweet-tweet di twitter? ?

Alasan kedua biasanya: “susah cari guru”, ini juga sebenernya alasan klasik, tapi bagi mereka yang belum memiliki link atau komunitas yang sering memberikan informasi program tahsin, memang sih masih ada gap informasi. Jadi, bagi yang belum pernah mendapatkan info sama sekali tentang program tahsin, cobalah cari-cari, insyaAllah dapat, sebab pada saat ini sudah banyak sekali program-program tahsin berkeliaran di mana-mana. Jikalau pun worst case nya belum nemu juga, sekarang sudah ada program Qur’an Call, di mana bisa belajar ngaji jarak jauh. Berapa biaya? Gratis kok, bebas pulsa lagi. Hayo alasan apa lagi? “Aku belajar sendiri aja deh, sekarang sudah ada app nya kok“. Betul, sekarang juga sudah banyak app yang memberikan fasilitas belajar tahsin, tapi.. saya tetap merekomendasikan agar belajar tahsin dengan guru atau minimalnya dengan teman dekat kita yang kita anggap sudah mumpuni, fasih dalam baca Qur’an. Sebab kenapa? App hanya bisa memberi contoh tapi tak bisa mengoreksi bacaan kita ๐Ÿ™‚ dan saya kira guru ngaji merupakan salah satu profesi yang irreplaceable meskipun sekarang sudah masuk revolusi industri 4.0 :”

Alasan ketiga, ada yang merasa malu atau gengsi, menganggap dirinya sudah terlambat untuk belajar tahsin. Ayolah teman-teman, tak ada kata terlambat buat belajar ngaji, sebab hasil dari ngaji itu akan kita bawa ke akhirat nanti, nah kiamat saja belum, berarti sama sekali ngga terlambat dong. Lalu, apa yang membuat kita malu jika disaat yang sama Allah sedang meninggikan derajat kita?

Alasan keempat atau terakhir, yaitu “malas”, untuk menyelesaikan alasan keempat ini, agak berat memang, sebab ini berkaitan dengan hidayah. Dalam kasus ini, perlu ada kawan atau saudaranya yang rajin dan sabar untuk selalu mendorongnya agar mau ngaji. Mengingat alasan keempat, maka bersyukurlah teman-teman.. jika saat ini teman-teman punya semangat untuk mengaji, sebab Allah berarti memilih kita, tidak semua orang bisa mendapatkan hidayah yang luar biasa ini. Sering-seringlah membaca doa berikut:

ูฑู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูฑู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู‡ูŽุฏูŽู‰ูฐู†ูŽุง ู„ูู‡ูŽูฐุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ู„ูู†ูŽู‡ู’ุชูŽุฏูู‰ูŽ ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุงู“ ุฃูŽู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽู‰ูฐู†ูŽุง ูฑู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œSegala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami”.

#Baca Qur’an

Setelah kita menyelesaikan tahapan tahsin, maka preparation yang kedua yaitu membiasakan membacanya dan memperbanyak interaksi dengan Al Quran. Hal ini bertujuan agar semua fisik kita terbiasa dengan bacaan Al Quran, mulai dari mulut terbiasa melafalkan ayat, mata terbiasa melihat mushaf, tangan terbiasa memegang mushaf, otak terbiasa berpikir bagaimana cara membacanya dengan baik, dsb. Selain itu, pembiasaan ini juga akan menumbuhkan rasa cinta kepada Al Quran seiring dengan seringnya kita berinteraksi dengan Al Quran. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino.

Tapi.. sama seperti tahsin, ada saja alasan yang menghambat seseorang untuk membaca Al Quran. Saya coba kasih resep aja ya, strategi ini berhasil tak coba, semoga temen-temen juga bisa. Ada dua strategi, agar interaksi kita dengan Al Quran meningkat, pertama mengalokasikan khusus waktu ditiap harinya tanpa ada yang ganggu dan yang kedua, selalu membawa mushaf kemana pun (asal jangan ke toilet).

Untuk pelaksanaan strategi yang pertama, temen-temen berusaha meluangkan waktu satu jam saja per hari nya tanpa ada yang mengganggu. Misal mengalokasikan waktu seusai sholat maghrib hingga isya. Jadi, coba setelah sholat maghrib, carilah tempat dan posisi yang nyaman untuk tilawah. Selanjutnya matikan mobile data atau wifi gadget kita, atau sekalian aktifkan airplane mode nya, hehe itu lebih bagus lagi. Bilang ke keluarga, kalau mau nelpon jangan abis maghrib yaa, waktu khusus ngaji. Tulis di profil tiap akun sosial media “off 18.00-19.00“. Setelah itu, dalam keadaan masih punya wudhu, lalu menghadap kiblat, baca ta’awudz, baca al fatihah, lalu baca surat lainnya. InsyaAllah betah sampai Isya. Biar pas ngaji ngga mikirin makan, maka usahakan jangan makan malam, tapi makan sore, sebelum maghrib.

Atau pakai strategi yang kedua, bawa mushaf kemana-mana, setiap ada waktu nganggur, bisa langsung mulai baca. Intinya bawa aja dulu, dapet bacanya mau setengah halaman, sehalaman, tiga halaman, setengah juz, dan lain sebagainya, itu urusan belakangan. Misal nih kita lagi ngerjain paper atau nugas, sambil bikin paper, taruh lah mushaf disamping laptopnya, pas lagi lelah atau mentok mikirin paper, bisa tu jadi hiburan dengan buka mushafnya ๐Ÿ™‚

Atau pake kedua strategi sekaligus, itu jauh lebih baik ๐Ÿ™‚

Selanjutnya, ada hambatan lagi, yaitu mind-set kita, sering kali kita menunda-nunda tilawah sebab takut ada urusan lain yang belum selesai tidak sempat dikerjakan. Padahal kalau kita mengerjakan tersebut setelah tilawah, justru pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Lho kok bisa? Ya, coba aja. Bacaan Al Quran itu bukan sekedar bacaan biasa gan sis, ia bisa membantu menenangkan hati kita dan menjernihkan pikiran kita. Setelah selesai baca Quran, ga perlu satu jam dua jam, 15 menit aja, maka pikiran kita akan fresh dan otak kita sudah melakukan pemanasan ringan. Jadi, pas ngerjain tugas, kita mikirnya ngga jegleg gitu. Sebaliknya, kalau kita ngerjain dulu, maka hati nih cemas, pikiran bingung, kadang-kadang terlintas “belum ngaji nih hari ini“, mending kalau bisa selesai beneran tugasnya, kalau belum, ya sudah, yeah we lost. Anda saat ini termasuk yang mana? ๐Ÿ™‚

Jadi, sudah siap ikut Tahfidz Preparation? ๐Ÿ™‚ #to be continue

Ketika engkau sudah mempunyai semangat untuk mengaji, menghafal, dan mengkaji Al Qur’an, lakukanlah hal itu dengan segera. Jangan biarkan kesempatan itu berlalu. Semangat itu adalah cerminan taufiq dari Allah yang menggetarkan hatimu agar engkau bangun dan bergerak. Jika semangat itu mengendur, sangat susah bagimu untuk membangunkannya kembali.

KH. Dr. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Al Hafidz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *